Sedih, Liputan di Kejari Tangsel Wartawan Ini Malah Diperlakukan Bagai Penjahat: Leher Dipiting dan Digiring ke Kantor Polisi



HARIANMASSA.COM – Seorang wartawan media online lokal di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), diduga menjadi korban intimidasi dan kekerasan oleh sekuriti Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangsel, saat melakukan peliputan.

Peristiwa yang dialami Danang Andrio, wartawan media online Tangsel Oke, itu terjadi pada Jumat 19 Februari 2021.

Kepada Harianmassa.com, Danang menceritakan peristiwa yang dialaminya. Saat itu, sekira pukul 20.00 WIB, dirinya datang ke Kejari Tangsel seorang diri. Namun, setibanya di kantor Kejari Tangsel, pintu gerbang dijaga ketat sekuriti.

“Saya diberhentikan. Petugas menanyakan maksud dan tujuan saya. Dan saya pun berkata, ijin saya wartawan,” kata Danang, kepada sekuriti yang berjasa malam itu, di kantor Kejari Tangsel, Senin (22/1/2021).

Kedatangan Danang ke Kejari Tangsel untuk meliput kegiatan serah terima jabatan Kepala Kejari Tangsel yang baru saja dilangsungkan pada siangnya dan dilanjutkan dengan acara lepas sambut pada malamnya, di Kejari Tangsel.

Karena tetap tidak diperbolehkan masuk, Danang pun menunggu di depan gerbang seorang diri, sambil melihat siapa saja pejabat di lingkungan Pemkot Tangsel yang datang. Sehari-hari, Danang memang meliput di Pemkot Tangsel.

“Sambil menunggu itu, saya mengambil sejumlah foto situasi di kejaksaan. Saya menunggu hingga pukul 23.15 WIB. Saat itu hujan sudah mulai turun dan tamu undangan dari Pemkot Tangsel sudah mulai pulang,” paparnya.

Saat pintu gerbang dibuka untuk mobil yang melintas, Danang yang mulai kebasahan masuk ke dalam Kejari Tangsel.

“Baru sekitar 5 meter dari gerbang pintu keluar, langkah kaki saya terhenti. Sejumlah petugas keamanan dari arah pos berteriak sambil berlari dan langsung dengan cara yang tidak pantas mereka memperlakukan saya,” jelasnya.

Baca Juga:  Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Tembus 597 Orang

Bagai seorang penjahat, Danang diperlakukan dengan kasar. Meski dia teriak dan mengaku kesakitan, pitingan tangan kekar sekuriti tidak dilepaskan. Dia bahkan digiring ke Polres Tangsel yang letaknya bersebelahan dengan Kejari.

Baca Juga:  Home Industri Uang Palsu di Serpong, Pamulang dan Ciputat Digerebek Polisi, Dolar Senilai Rp1,4 M Disita

Tidak hanya itu, telepon genggam Danang juga dirampas. Semua file potonya dihapus oleh petugas Kejari Tangsel.

Di tengah guyuran hujan deras tengah malam itu, akhirnya Danang dilepas dan pulang basah-basahan dengan sepeda motornya. Baru beberapa hari kemudian, Danang memberanikan diri menceritakan pengalaman pahitnya ini.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Tangsel, Ryan Anugrah memiliki versi sendiri. Menurutnya, tidak benar dugaan Kejari Tangsel mengintimidasi dan melakukan kekerasan terhadap wartawan yang meliput.

“Tadi aku udah telpon, jadi gak gitu bahasanya, gak pas. Jadi gini, hari Jumat, kami Sertijab Kejari di Serang. Kemudian malamnya pisah sambut di kantor. Tapi terbatas undangan, prokes, dan tertutup,” katanya, kepada Harianmassa.com.

Dijelaskan dia, para pegawai pun tidak boleh mengikuti kegiatan itu. Termasuk dirinya hanya berada di bawah dan ikut menunggu sampai acara selesai. Di tengah kegiatan itu, Danang datang seorang diri hendak meliput.

“Saya tanya wartawan dari mana? Saya tanya Id cardnya, tapi gak bisa kasih tahu. Gerbang ditutup semua. Tetapi dia bilang ada temannya Kasi Pidum. Sekuriti bingung, kok beda-beda jawabnya dan gak punya kartu pers,” jelasnya.

Sejumlah jaksa yang mengetahui hal itu pun sempat mendatangi Danang dan mengajaknya ngopi di pos, tetapi saat itu Danang menolak. Sebaliknya, dia malah menggerundel sendiri dan tidur-tiduran di trotoar jalan.

Baca Juga:  Kejari Tangsel Puldata dan Pulbaket Longsor TPA Cipeucang

“Dia malah ngerundel sendiri, tiduran di trotoar, kan kita gak enak mas. Kita saja gak masuk. Lalu hujan, kan gerbang depan kita buka, dia lari masuk. Lalu ditarik sekuriti. Karena gak jelas kepentingannya apa,” sambung Ryan.

Menurutnya, sekuriti hanya melaksanakan perintah mengamankan kantor dan Danang yang katanya menerobos masuk. Tidak hanya itu, Danang juga digiring ke kantor polisi seperti seorang penjahat kambuhan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERPOPULER

Baca Juga:  Pemkot Tangsel Cabut Izin Operasional Karaoke dan Spa Venesia BSD

BERITA TERKINI