Pembatasan Penerbangan di Bandara Soetta Diperpanjang Hingga 7 Juni 2020



HARIAN MASSA, TANGERANG – Pemberlakuan pembatasan penerbangan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, diperpanjang dari yang sebelumnya 1 Juni 2020, menjadi hingga 7 Juni 2020.

Hal ini mengacu kepada surat edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No 5 tahun 2020 tentang Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 hingga 7 Juni 2020.

Lalu Keputusan Menhub No. KM 116 tahun 2020 yang memperpanjang masa berlaku hingga 7 Juni 2020 untuk PM 25/2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 H Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Terakhir Surat Edaran Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub No. 37 tahun 2020 yang memperpanjang pemberlakuan hingga 7 Juni 2020 untuk SE No. 32/2020 tentang Petunjuk Operasional Transportasi Udara untuk Pelaksanaan Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Percepatan Penanganan Covid-19.

President Director PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin mengatakan, sesuai dengan 3 edaran itu, maka pembatasan penerbangan masih diberlakukan di Bandara Soetta, Tangerang, hingga 7 Juni 2020.

“Dalam artian penumpang pesawat domestik harus memenuhi sejumlah persyaratan dan melengkapi berbagai dokumen,” kata dia, melalui pesan elektroniknya, Minggu sore.

Dilanjutkan Awaluddin, selama masa pembatasan penerbangan itu, orang yang boleh melakukan perjalanan dengan pesawat adalah mereka yang bekerja pada lembaga pemerintahan atau swasta, dan Covid-19.

“Maksudnya, mereka yang bekerja dalam lingkup pelayanan percepatan penanganan Covid-19, pertahanan, keamanan dan ketertiban umum, kesehatan, kebutuhan dasar, pendukung layanan dasar, dan pelayanan fungsi ekonomi penting,” jelasnya.

Selain itu, pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan orang yang anggota keluar inti tengah sakit keras atau meninggal dunia, juga diperbolehkan melakukan perjalanan udara.

Baca Juga:  Besok Aisyah Selesai Karantina Covid-19, Kemana Gadis Mualaf Yatim Piatu Itu Pulang?

“Selain itu, Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan kembali ke daerah asal juga diperbolehkan melakukan perjalanan rute domestik dengan memenuhi terlebih dahulu persyaratannya,” sambung Awaluddin.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERPOPULER

Baca Juga:  Dampak Ekonomi Covid-19 di Tangsel, 3.015 Orang di PHK

BERITA TERKINI